Bagian Terbaik dari Kehidupan adalah Akhir

Wujud ini adalah pemberian dari Tuhan dan segala aksesorisnya pun milik Tuhan. Entah berapa banyak orang yang bangga dengan hartanya dan entah berapa banyak orang yang bangga dengan kepopularitasannya serta cantik dan gantengnya, entah berapa banyak orang yang bangga dengan jabatannya.

Material ini merupakan bahan yang sama, bahan yang dibuat oleh Tuhan untuk menciptakan semua makhluk yang hidup dialam semesta ini. Kemaha besaran Tuhan yang tidak terbatas inilah yang menciptakan makhluk yang terbatas salah satunya adalah manusia.

Kecerdasan manusia dan kebebasan manusia memilih, bertindak dan berkuasa adalah sebagian kecil representatif dari Sang Pencipta. Namun satu yang membedakan Sang Pencipta dengan makhluknya yakni wujud dan batasnya. Tuhan mempunyai ketak terhinggaan dan seluruh wujudnya dapat kita rasakan dari apa yang Tuhan ciptakan.

Sedangkan manusia mempunyai batas, waktunya tak akan pernah cukup dihabiskan untuk semua nafsu dan ego nya. Semua yang manusia punya tidak akan pernah cukup untuk memenuhi hasratnya. Dunia yang begitu luaspun dianggapnya bagaikan ring pertarungan dan saling pukul satu sama lain.

Ya bagaikan sebuah pertunjukan, manusia diciptakan bagaikan wayang. Namun yang membedakan adalah manusia dapat memilih perannya sendiri. Manusia dapat mengimprovisasikan hidupnya, kehendaknya pun hampir tak terelakkan.

Disinilah sebenarnya akhir dari sebuah pertunjukan tersebut. Ketika manusia sudah menyaingi kehendak Tuhan dan merusak tatanan normal kehidupan maka akhir dari cerita inipun bisa ditebak dengan mudah.

Katanya "Cukuplah bagi manusia, kematian adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah" padahal itu cara tersalah dari semua permasalahan yang harus diakhiri. Manusia ketika mati akan meninggalkan catatan, catatan selama hidup dalam ingatan manusia lain.

Akhirilah semua prasangka buruk ini, dengan nama baik yang tersemat dalam ingatan orang lain. Hiduplah dengan damai dan matilah dengan mulia. Akhirilah semua pertarungan ego dan hasrat dunia belaka karena manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin dunia bukan malah menghancurkan alam dan seisinya.

Setiap episode kehidupan manusia meninggalkan jejak dan menjadi sejarah. Selama manusia masih bisa mencatatkan sejarah lebih baik buatlah akhir yang bahagia.

Comments

Popular posts from this blog

Grup Telegram Youtuber Terbaru dan Komunitas Youtuber Terbesar

Kilatan Sebelum Gemuruh Guntur

Hiduplah Seperti Rahim Ibu