Perlunya Jalankan Syariat dan Utamakan Hakikat

Selama ini yang kita ketahui tentang agama adalah aturan atau norma yang berlaku dan mengikat terhadap kehidupan manusia yang dipertanggungjawabkan kepada tuhannya. Padahal apa yang kita ketahui tentang agama, contohnya adalah pendapat barusan merupakan hanya bagian kecil dari yang namanya syariat.

Syariat ruang lingkupnya sangat banyak, semua tentang kehidupan manusia, semua tentang harapan, keinginan dan hasrat manusia tentang dunia adalah bagian yang diatur dalam ilmu syariat. Syariat merupakan bentuk rasa cinta Tuhan kepada hambanya di dunia. Karena syariat inilah yang membantu manusia agar tidak tergoda dengan kehidupan dunia semata.

Namun membicarakan syariat ini tidak akan pernah ada habisnya, kita masih hidup oleh karenanya kita memerlukan syariat itu. Terkadang beberapa orang hanya disibukkan dengan syariat yang sebenarnya masih bisa ditolerir dan bukan merupakan sebuah ancaman terhadap keimanan salah satunya adalah memperdebatkan takjiah, tahlil dan qunut.

Betul adanya dan tentu benar keadaannya bahwasanya syariat, nyata dalam keterkakuannya. Contohnya ketika ada yang mengatakan boleh, ada juga yang mengatakannya tidak boleh dalam memberikan pendapat tentang sesuatu yang masih simpang siur hukumnya salah satunya dalam menanggapi keberadaan sebuah musik.

Namun dalam agama ini, kita mempunyai kendali tentang pilihan kita sendiri asal kita punya landasan yang mengacu kepada madzhab yang kita yakini. Jangan asal ikut-ikutan tanpa tahu kebenarannya. Agama ini membuat kita berpikir apa hakikat keberadaan kita dalam semesta ini.

Semua yang kita bicarakan dan persoalkan diatas merupakan bagian bagian syariat saja. Sedangkan untuk menemukan Tuhan kita perlu hakikat dalam diri kita. Syariat hanya jalan, jalan agar kita tetap berada dalam koridor ketaatan yang dilaksanakan dalam alam wujud.

Terus bagaimana kita dapat menemukan hakikat tersebut? Maka kita perlu rehat sebentar dari hiruk-pikuk keduniawian. Tapi bukan melupakan dunia ya?! Rehat untuk apa? Untuk mengetahui eksistensi Tuhan dan keberadaan kita sebagai hambanya.

Hakikatnya ruh ini suci dan seharusnya kembali kepada pemilikNya dalam keadaan suci pula. Terus kenapa kita diciptakan dalam alam wujud? Yakni agar Tuhan tahu sampaimana manusia dapat mensyukuri yang telah Tuhan berikan. Wujud ini memberikan dimensi yang berbeda dengan alam ruh dimana manusia diciptakan. Alam wujud ini memberikan sensasi layaknya haq milik Tuhan salah satu nya adalah berkuasa terhadap sesuatu dan mempunyai rasa kasih sayang.

Penciptaan manusia di muka bumi sudah jelas yaitu untuk menjadi khalifah atau pemimpin diatas muka bumi. Menebar kasih sayang dengan kekuasaan yang ia punya. Syariat dan hakikat seharusnya beriringan karena kedua nya merupakan bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Sang Maha Wujud.

Manunggaling Kaula Gusti atau Wahdatil Wujud merupakan salah satu bentuk untuk mengenal siapa kita dan Tuhan kita. Melalui kasih sayangnya lah syariat diturunkan untuk meluruskan hakikat (cinta) yang perlu disalurkan. Kita rindu dengan Tuhan tapi berhati-hatilah jika sudah melihat dan mengagumi (menuhankan) sesuatu.

Comments

Popular posts from this blog

Grup Telegram Youtuber Terbaru dan Komunitas Youtuber Terbesar

Grup Whatsapp dan Telegram Blogger